Etika Algoritma Rekomendasi Media Dan Polarisasi

Authors

  • Mochammad Naufal IAI AI Khoziny Sidoarjo

DOI:

https://doi.org/10.55397/cps.v5i2.138

Keywords:

algoritma rekomendasi, etika informasi, polarisasi media, ruang publik digital, demokrasi

Abstract

Algoritma rekomendasi merupakan elemen sentral dalam ekosistem digital yang membentuk distribusi informasi dan persepsi sosial. Penelitian ini menganalisis implikasi etis desain algoritma rekomendasi terhadap polarisasi media dan masyarakat dalam konteks global dan Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka, penelitian ini menelaah literatur internasional dan nasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa algoritma rekomendasi tidak bersifat netral, melainkan dipengaruhi kepentingan ekonomi yang mengutamakan engagement dibanding kualitas informasi. Kondisi ini mendorong terbentuknya filter bubble dan echo chamber yang mempersempit ruang diskursus publik dan memperkuat polarisasi politik. Di Indonesia, fenomena tersebut terlihat jelas pada dinamika Pemilu 2024, khususnya di kalangan generasi muda pengguna media sosial. Analisis kritis menunjukkan bahwa algoritma berfungsi sebagai instrumen kuasa dalam membentuk ruang publik digital. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi prinsip etika, kebijakan publik yang kontekstual, literasi digital, dan kolaborasi multipihak guna menjaga kualitas demokrasi dan kohesi sosial.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Allcott, H., & Gentzkow, M. (2017). Social media and fake news in the 2016 election. Journal of Economic Perspectives, 31(2), 211–236. https://doi.org/10.1257/jep.31.2.211

BBC Indonesia. (2019, April 3). Pemilu 2019 dan banjir hoaks di WhatsApp. https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-47804226

Bozdag, E. (2013). Bias in algorithmic filtering and personalization. Ethics and Information Technology, 15(3), 209–227. https://doi.org/10.1007/s10676-013-9321-6

Fajarini, N., Pratama, A., & Lestari, D. (2025). Generasi Z dalam filter bubble politik: Studi kasus pemilu digital. Jurnal Ilmu Politik Indonesia (JIIP), 10(1), 15–34

Floridi, L. (2013). The ethics of information. Oxford University Press

Floridi, L., & Cowls, J. (2019). A unified framework of five principles for AI in society. Harvard Data Science Review, 1(1). https://doi.org/10.1162/99608f92.8cd550d1

Foucault, M. (1980). Power/knowledge: Selected interviews and other writings, 1972–1977. Pantheon Books

Habermas, J. (1989). The structural transformation of the public sphere: An inquiry into a category of bourgeois society. MIT Press

Isaak, J., & Hanna, M. J. (2018). User data privacy: Facebook, Cambridge Analytica, and privacy protection. Computer, 51(8), 56–59. https://doi.org/10.1109/MC.2018.3191268

JIIP. (2024). Laporan tahunan: Polarisasi politik di era media digital. Jurnal Ilmu Politik Indonesia

Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan (JIIP). (2024). Media sosial, generasi Z, dan polarisasi politik: Studi kasus Pemilu 2024. JIIP: Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan, 11(2), 123–137

Katadata. (2024, February 12). Buzzer politik dan perang opini di media sosial. https://katadata.co.id

Kompas. (2023, November 15). Konten politik di TikTok dominasi jelang Pemilu 2024. https://kompas.id

Lim, M. (2017). Freedom to hate: Social media, algorithmic enclaves, and the rise of tribal nationalism in Indonesia. Critical Asian Studies, 49(3), 411–427. https://doi.org/10.1080/14672715.2017.1341188

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Sage Publications.

Mittelstadt, B. D., Allo, P., Taddeo, M., Wachter, S., & Floridi, L. (2016). The ethics of algorithms: Mapping the debate. Big Data & Society, 3(2), 1–21. https://doi.org/10.1177/2053951716679679

O’Neil, C. (2016). Weapons of math destruction: How big data increases inequality and threatens democracy. Crown

Pariser, E. (2011). The filter bubble: What the Internet is hiding from you. Penguin Press

Rahmawati, I. (2020). Media sosial, algoritma, dan ancaman polarisasi terhadap ketahanan bangsa. Jurnal Ketahanan Nasional, 26(2), 227–244. https://doi.org/10.22146/jkn.57428

Rahmawati, I. (2020). Polarisasi politik di media sosial: Tantangan demokrasi digital di Indonesia. Jurnal Komunikasi, 14(2), 112–127

Raza, F., Aulia, N., & Sopian, D. (2025). Echo chamber politik di Indonesia: Analisis algoritma media sosial selama Pemilu 2024. Jurnal Politik Digital, 5(1), 77–94

Raza, M., Aulia, R., & Sopian, A. (2025). Echo chamber dan dinamika politik digital di Indonesia. Jurnal Komunikasi Politik Indonesia, 12(1), 45–67

Stray, J. (2021). Designing recommender systems to depolarize. arXiv Preprint, arXiv:2107.13019. https://doi.org/10.48550/arXiv.2107.13019

Sunstein, C. R. (2017). #Republic: Divided democracy in the age of social media. Princeton University Press

Tempo. (2020, September 10). Industri buzzer politik di Indonesia. https://tempo.co

Tirto.id. (2021, March 5). Algoritma media sosial dan dampaknya pada demokrasi Indonesia. https://tirto.id

UGM. (2023). Laporan survei hoaks menjelang Pemilu 2024. Pusat Kajian Politik dan Media UGM

UPN Veteran Jakarta. (2024). Kampanye politik digital dan etika informasi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Zed, M. (2014). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.

Zuboff, S. (2019). The age of surveillance capitalism: The fight for a human future at the new frontier of power. PublicAffairs

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Naufal, M. (2025). Etika Algoritma Rekomendasi Media Dan Polarisasi. Communicator Sphere, 5(2), 72–82. https://doi.org/10.55397/cps.v5i2.138